Sekolah Berkendara Aman Motoradul


Postingan ini secara kebetulan setema dengan posting yang sudah dibuat bro Adi Nugroho.

Belajar di waktu kecil bagai mengukir diatas batu- Belajar sesudah dewasa bagai mengukir di atas air. Kerapatan kendaraan bermotor semakin meningkat dari waktu ke waktu disekitar kita,  sementara budaya berkendara aman belum sepenuhnya berlaku di tengah kehidupan masyarakat. Perlu upaya keras dan cerdas untuk mewujudkan kesadaran pengutamaan keselamatan berkendara agar tingkat kerugian akibat musibah berkendara dapat diperkecil.

Budaya adalah pengulangan kebiasaan dan kebiasaan lahir dari pembiasaan. Semakin dini pembiasaan dilakukan akan semakin cepat budaya berkendara aman terintegrasi dalam diri seseorang. Pengenalan kelengkapan berkendara aman dapat dilakukan sedini mungkin kepada anak – anak kita agar mereka dapat segera memahami pentingnya berkendara aman dan menjadikannya sebagai bagian ajaran kebaikan yang patut di teladani. Pengenalan selanjutnya berupa penahaman etiket berkendara dapat dilakukan saat anak sudah dapat menjalankan sebuah alat transportasi, sepeda mini misalnya. Aturan – aturan yang harus dijalankan dan tak dapat dilanggar hendaknya disampaikan secara bertahap hingga sang anak paham maksud dan tujuan yang ingin dicapai dengan adanya aturan tersebut.

Jiahahaha ribet amat yak bahasanya Adul, prakteknya sendiri enggak seribet itu. Semuanya dapat dilakukan dalam format bermain. Siapkan kelengkapan berkendara aman yang disesuaikan dengan usia anak. Jika belum memiliki sendiri, anak dapat meminjam milik ayah ibunya dengan catatan agar benar-benar diawasi agar tidak terjadi cidera. Ajari anak menggunakan helm secara benar, kenakan glove secara tepat pada tangan kanan dan kiri, pakaikan sepatu. Mulailah bermain mengantarkan barang ke satu tempat misalnya, atau imajinasi saat anak ikut ayahnya ke rumah kakek . Sesampainya di tempat tujuan imajiner tadi ajari anak melepas kelengkapan berkendara aman dengan benar agar terhindar dari cidera.

Penggunaan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat oleh anak – anak kita di masa depan kehidupan mereka adalah hal yang tak dapat dihindarkan, mungkin akan lebih intensif dibandingkan kita. Kita harus mempersiapkan diri mereka sebaik – baiknya agar dapat menggunakan kendaraan dengan aman. Bila saat ini setiap rumah adalah sekolah berkendara aman bagi setiap anak Adul yakin 15 – 20 tahun mendatang berkendara aman akan menjadi bagian budaya masyarakat.

  1. pertamax.betul banyak orang tua yang tidak care hal itu

  2. kok blum ada yang nyusul. yau dah premium juga gan.btw aku blum make glove tuh.

  3. anaknya lucu-lucu…🙂

  4. Setuju mas. Mari menjadi ortu yang peduli.
    Itu anaknya ya? Ih, gemes.
    *ngebayangin bokap-nyokapnya*:mrgreen:

      • adul
      • February 8th, 2010

      Bo-Nyok nya lebih ngegemesin lagi…:mrgreen:
      Hadir di 1st anniversary Koboi mas ?

  5. Bagus nih… dari kecil sudah di biasakan safety………..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: