Minerva Berbenah… Patenkan Minerva R 150VX


Dunia pertanian khususnya perbenihan mengenal Benih Bina. Bahan pertanaman yang secara morfologi berupa biji tanaman dengan kualitas morfologis baik namun belum jelas keunggulan genetisnya. Keunggulan genetis benih diwakili oleh sifat yang berbeda dan memiliki nilai lebih dibandingkan dengan varietas lain (distinctive) seragam secara bulky (uniformity) dan stabil perwujudan tanaman yang dihasilkan dari benih tersebut (stabilitiy). Benih bina belum memenuhi keunggulan genetis tersebut. Benih bina bisa jadi menghasilkan tanaman yang serupa dengan benih yang sudah lebih dulu diakui keunggulan genetisnya, namun memiliki keragaman dan tidak stabil perwujudan tanamannya. Dengan sebab tersebut benih bina belum dapat dipatenkan.

Benih bina umumnya diproduksi dan dipasarkan oleh produsen benih kecil dan atau distributor pertanian kecil. Bermodal kecil dengan cakupan pasar yang kecil pula. Kemudian hari produsen benih kecil ini dapat berkembang menjadi lebih besar dengan produk yang lebih baik. Perkembangannya tidak mungkin lepas dari lembaga riset baik yang dibentuk sendiri maupun pihak lain yang menjalin kerjasama. Lembaga riset menghasilkan benih dengan tingkatan yang lebih tinggi dari benih bina, benih penjenis yang kemudian dikembangkan menjadi benih dasar. Benih dasar tersebut dikembangkan oleh produsen benih menjadi sebar yang dijual ke petani sebagai end user melalui jaringan distribusinya. Karena Benih sebar memiliki keunggulan genetis maka ia dapat dipatenkan.

Setiap produk pada dasarnya diproduksi oleh produsen yang melalui tahapan perkembangan seperti ilustrasi diatas, termasuk sepeda motor. Ducati menduplikasi mesin Harley Davidson dan kemudian berinovasi membuat mesin L-twin. Minerva juga rupanya melalui jalan ini. Memasarkan sepedamotor CBR wannabe … Minerva R 150, kemudian meriset desain baru dan berinovasi membenahi kekurangan pada getaran mesin yang mengganggu dengan mengaplikasikan engine balancer (cmiiw). Maka kini Minerva berani mempatenkan Minerva Sach R150VX dan menampilkan disitus resminya… hal yang tidak pernah terjadi pada tipe sebelumnya.

Jika Minerva konsisten terhadap jalan yang kini ditempuhnya -sebagaimana juga terlihat pada usaha Minerva dalam memperbaiki line up 250 cc nya …. mengganti mesin dengan mesin yang lebih mumpuni- Adul yakin suatu saat Minerva akan melampaui keberhasilan ATPM yang saat ini merajai pasar sepedamotor Indonesia.

    • pulsarian
    • June 4th, 2010

    pertamax dulu yaaa…

    • pulsarian
    • June 4th, 2010

    pertamax!

      • adul
      • June 5th, 2010

      iya… iya…. pertamaxnya silakan diambil. Jangan ngambil premium subsidi (sambil nglirik dirjen migas)

  1. kwkwk biar balas dendam mendingan honda bikin tiruannya nih minerva..😀 abis itu di bandrol lebih murah…😀

    hkum karma….

  2. wah bisa jadi motor nasional nggak ya

    • Bisa mas namun namanya harus diubah menjadi MINARNO dan local content harus 110%…. xi.xi.xi…

    • adul
    • June 5th, 2010

    @ Mas Maskur bisa saja mas, tergantung i’tikad Minerva sendiri. Motor nasional bukan sekedar sebutan tapi esensinya memang benar-benar harus memanfaatkan sumberdaya nasional secara bermatabat.

  3. Sejujurnya saya naksir berat sama motor ini, biarpun banyak komentar ‘miring’ terhadapnya. Nggak buat harian, paling dipakai sabtu-minggu atau pas liburan ke tempat embah atau paman-pamannya alyx. Sebelum benar-benar meminangnya, minta pendapat bro Arie dan bro-bro di sini, layak nggak sih motor ini dimiliki? Apakah ke’miringan’nya masih wajar dan tidak mengganggu? Share dong pendapat bro semua, berdasarkan harga, kelayakan minerva 150 lama, atau ada yang pernah coba atau bahkan sudah memiliki? Trims sebelumnya…

      • adul
      • June 5th, 2010

      Bisa dibaca diberbagai postingan member indomotoblog seperti di warung ijo atau di warungnya om stephen

    • dhimazz
    • June 5th, 2010

    aneh ya minerva ini, mau nyontek tapi gak mau di contek.

  4. @dhimazz : bener kata sampeyan bro! lucu aja… seneng jiplak tapi hasil karyanya di proteksi:mrgreen:

    • adul
    • June 5th, 2010

    @ All lihat sisi positifnya aja bro, mas, om …. setiap produsen pasti punya jurus duplikasi sebelum menjadi besar. Sony menduplikasi tape recorder Amrik… kemudian berinovasi membuat walkman … dst dst kalo kita mau teliti mencari satu-persatu mesti ada teknologi yang sekarang dimiliki Honda juga hasil duplikasi dan inovasi.

    • setuju… asal duplikasinya tidak glondongan… ato mungkin lebih tepatnya disebut terinspirasi…..

  5. namanya duplikasi berarti klonengan yach..?
    nggak elit banget…

    http://otomercon.wordpress.com/2010/06/05/seri-cbr-bagian-4-cbr-250-dari-dulu-hingga-sekarang/

  6. Lucu banget…
    Nah dulu bertahun-tahun nyontek abis Honda gimana?

  7. lha itu spion mirip punya ninin, fairing mirip punya cibier125 piye? hihihihi:mrgreen:

  8. mantab mas adul…good blog…salam hangat penuh semangat dr 7

  9. @ kilau biru
    yah namanya spion dimana naruknya ya dah ada yang pake duluan …bentuknya juga semua spion dah ada …kecuali spion mo ditaruh di tangki…beda …tapi pasti dihina :B

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: