sekilas Suspensi


Suspensi adalah salah satu komponen penting bagi sepedamotor. Suspensi juga menentukan karakter sepedamotor, sama pentingnya dengan sasis dan mesin. Bayangkan sendainya kita melaju dengan kecepatan rata – rata 70 kpj saja tapi tanpa suspensi …. pasti sangat tidak nyaman. Sepedamotor bersuspensi saja masih terasa tidak nyaman bila seting-an tidak sesuai dengan kondisi jalan yang kita lalui.

Awalnya sepedamotor hanya dilengkapi dengan suspensi sederhana. Hanya berupa koil di seater. Suspensi yang mengadopsi suspensi sadel sepeda ini kemudian dilengkapi juga dengan head springer. Head springer adalah gabungan per peredam kejut dan as  yang menahan hentakan roda depan, menghubungkan garpu depan dengan komstir.

Teknologi suspensi sepedamotor terus berkembang hingga saat ini. Dari suspensi teleskopik hingga upside down, dari stereo shock breaker hingga mono shock breaker. Suspensi bagian depan maupun belakang pada dasarnya bekerja dengan prinsip yang sama. Sebuah koil spring yang berfunsi sebagai peredam kejut dilengkapi dengan penahan hidrolis. Suspensi belakang stereo umumnya berupa shock breaker upside down … upside down ? … iya upside down … coba perhatikan letak reservoir oli yang berada diatas di masing – masing sepedamotor kita😀 Sebaliknya suspensi mono  berupa shock breaker teleskopik😀

Suspensi mengalami kompresi dan dekompresi untuk meredam efek ketapel yang menghentak, oli di reservoir bertugas menyerap gaya yang bekerja. Oli suspensi mengalami peningkatan suhu saat suspensi bekerja sehingga beberapa merek suspensi memiliki holder oli eksternal unutk mempercepat pendinginan.

Suspensi depan tipe upside down dipercaya lebih baik dibandingkan tipe teleskopik. Sepedamotor menjadi lebih stabil dan suspensi menjadi lebih kuat dengan bagian fork yang paling lebar lebih dekat dengan sasis.

Kekuatan absorbsi suspensi normal sebesar 100 pound/inchi atau 17,86 Kg/cm. Artinya setiap penambahan bobot 100 pound akan menggerakkan koil spring sejauh 1 inchi atau setiap penambahan bobot 17,86 Kg akan menggerakkan koil spring sejauh 1 cm. Koil spring yang sudah tidak normal umumnya menunjukkan gejala limbung saat menikung, tidak stabil dilintasan lurus dan menurunnya groundclearence … segera ganti dengan yang baru. Bila hentakan terasa keras saat melalui jalanan bergelombang, bisa jadi koil spring terlalu keras. Sebaliknya bila saat menikung sepedamotor terasa terlalu melebar dan seperti mengangkut beban berat, koil spring terlalu lemah  ….

udah dulu ah …………….

    • koboikudabesibekas
    • August 27th, 2010

    bedanya sok yang pakai gas ama yang pakai oli apa yaa? lebih baik mana???

      • adul
      • August 27th, 2010

      Gas yang digunakan umumnya Nitrogen cair yang bersuhu rendah … mudah menyerap panas sehingga terasa lebih empuk …😀

  1. Ada yg bilang kalo suspensi upside down itu lebih cocok utk motor2 yg berat seperti moge sedangkan motor2 yg bobotnya tidak terlalu berat cukup pake teleskopik. Penggunaan upside down pd motor2 yg bobotnya gak berat cenderung mubazir bahkan ada yg bilang pengendaliannya kurang mantap – cmiiw

    • Moko
    • September 2nd, 2010

    baru ngeh.. kalo suspensi belakang stereoshock itu upside down.. bisa buat pamer ni, motorku soknya upside down lho..:mrgreen:

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: