Sehari Bersama Yamaha V-ixion


[Dua bulan yang lalu :D] Kamis pekan kemarin adul berkesempatan libur dari rutinitas pekerjaan di kebun. Waktu libur sehari itu adul manfaatkan untuk melakukan perjalanan ke kota Bandar Lampung dengan sepeda motor. Biasanya solo touring ke Bandar Lampung adul lakukan bersama si Mega melalui jalan lintas timur. Tapi kali ini agak berbeda, adul berkesempatan mencoba Yamaha V-ixion dan melalui jalan lintas pantai timur.

Dalam struktur pekerjaan adul membawahi dua orang Field Supervisor yang kedua-duanya dua pekan sebelum perjalanan adul membeli sepeda motor Yamaha V-ixion. Seorang membeli untuk anaknya pergi – pulang sekolah, seorang lagi membeli untuk dipakai sendiri sebagai sarana transportasi keluar kebun. Salah seorang dari mereka meminta adul supaya menggunakan sepedamotornya untuk menguji fungsionalisasi sepeda motor secara keseluruhan.

Hari kamis pagi sepedamotor diantar ke rumah setelah sebelumnya dipasangi plat nomor berwarna putih sebagai tanda sepedamotor tersebut sedang dalam proses pendaftaran untuk mendapatkan STNK dan BPKB. Baru pagi itu adul berkesempatan melihat sosok Yamaha V-ixion berlampu baru. Kesan pertama yang tertangkap adalah ternyata V-ixion berdimensi ramping, jangkung, dan kompak. Berkesan dewasa, elegan, dan modern. Tidak salah kalau V-ixion terpilih sebagai the best  valuable motorcycle.

Mengapa adul baru kali ini berkesempatan menemukan sosok Yamaha V-ixion dengan interaksi yang sedekat ini ? … yahhhh jawabnya karena baru kali ini ada orang dekat adul yang memilikinya. Memang selama ini dari ribuan karyawan yang bekerja di kebun baru ada seorang yang menggunakan Yamaha V-ixion sebagai sarana kerja, tapi itupun berada di wilayah divisi yang berbeda dari divisi adul. Kesan canggih dan sporty membuat Yamaha V-ixion seperti tidak sesuai digunakan untuk aktivitas kebun.

Setelah menyelesaikan validasi permintaan pembayaran upah kerja tenaga tebang dan mampir dilokasi kerja tebang adulpun melaju meninggalkan lokasi kebun. Medan pertama yang dilalui adalah jalan tanah bergelombang sedikit berdebu. Adul melaju perlahan seraya mencoba memahami karakter Yamaha V-ixion. Sangat terasa perbedaan sepedamotor berbasis karburator dengan injeksi. Tenaga mesin seperti selalu tersedia dalam jumlah yang cukup, tidak ada gejala lelet sejak putaran mesin rendah. Suspensi belakang sangat baik meredam hentakan akibat jalan yang bergelombang, sementara suspensi depan agak keras dan mengeluarkan suara mendesis pendek , secara umum suspensi ok. Adul terus melaju menuju gerbang timur, pintu keluar ke jalan lintas pantai timur.

Dan jalan hitam didepan mata … jalan lintas pantai timur sempurna untuk test ride. Kualitas jalan bagus, walau sudah enam tahun dibangun belum nampak kerusakan berarti. Hanya ada beberapa gelombang di jembatan – jembatan. Trek lurus panjang dengan beberapa tikungan panjang menantang jemari memelintir grip gas sedalam – dalamnya … hemmm rasanya Ducati monsterpun tidak akan kelebihan power disini.

Perpindahan perseneling terasa lembut, khas motor Jepang. Ada yang unik di Yamaha V-ixion, ternyata tuas pembebas kopling berada disisi kiri konfigurasi mesin meski bak kopling tetap berada disisi kanan. Adul terus melaju menikmati perjalanan, mencoba memahami karakter mesin, ergonomi, dan kekuatan sasis. Perpindahan gigi dari terendah ke tertinggi Adul iringi dengan putaran grip gas perlahan, terasa sekali powerband V-ixion demikian mantap. Mesin berpendingin cairan, empat klep meski masih SOHC, dan yang terpenting fuel injection membuat asupan BBM balance dengan putaran mesin.

Top speed yang adul peroleh pada rpm  8000 – 8500 gigi 1 : 40 kpj, 2 : 60 kpj, 3 : 85 kpj, 4 : 105 kpj, 5 : 123 kpj ! noted : top speed pada gigi 5 masih menyisakan putran grip gas … lutut sudah gemetar !!!

Satu kelemahan yang adul rasakan saat berpapasan dengan super truck dan tronton V-ixion tidak mampu menahan turbulensi yang terjadi, hal yang tidak adul temukan di Megapro maupun Tiger. Mungkin desain V-ixion yang meninggi, ramping, dan ringan jadi penyebabnya. Hal yang lain, posisi duduk lebih sporti dan lebar setang yang tak seberapa menyebabkan tangan dan bahu terasa pegal saat touring mode : on.

Adul terus melaju, melalui kota Seputih Banyak, Sukadana, Pekalongan, lalu masuk Metro. Di Metro lalulintas padat, V-ixion kembali unjuk gigi. Selap – selip terasa begitu mudah dilakukan perpindahan gigi secara cepat dari 2-3-4 dan sebaliknya tidak menunjukan gejala lelet, stop and go teranya nyaman, mungkin ini habitat sesungguhnya bagi V-ixion. Tidak terasa sampai di pertigaan Tegineneng, pertemuan antara Jalinsum dan Jalinpantim belok kanan arah Bandar Lampung jalanan padat lancar. Ngacir terus sampai ketemu jalur dua Branti laju V-ixion tak terhenti. Akhirnya disambut Radin Inten yang menggenggam badik😀 tabikpun tuan  pahlawan !

Beberapa urusan penting dan enggak penting pun adul selesaikan, perpindahan dari satu tempat ke tempat lain di kota Bandar Lampung nan padat Alhamdulillah lancar dengan V-ixion yang gesit. Akhirnya saatnya balik kanan, perjalanan 120 KM adul tempuh dalam waktu 2 jam sampai dengan selamat di rumah.

Kesimpulan :

Mesin V-ixion adalah mesin berperforma terbaik dikelasnya.

Suspensi mantap, nyaman di medan tanah kering, jalan aspal keriting, menikung tanpa khawatir terbanting.

Fuel injection berfungsi sempurna memasok BBM untuk kerja mesin.

Nyaman dipakai selap – selip dan stop and go, untuk touring perlu ubahan di sektor kemudi.

    • zukro
    • October 2nd, 2010

    lewat metro pak officer? Kenapa g mampir?🙂

    kalo jam kerja mampir aja ke taman merdeka/depan masjid taqwa.itu base camp ane,,hehe,kayak preman taman aja ya?🙂

      • adul
      • October 2nd, 2010

      wewww mangkalnya di taman😀
      itu dua bulan yang lalu bro … belum punya kontaknya bro zukro next time mudah – mudahan bisa mampir.

    • ting_tong
    • October 4th, 2010

    setuju, ini nih beda honda ama yamaha, tipikal yamaha itu enteng, padahal ya berat 11-12, distribusi berat pada chasis yamaha kayaknya rata, ini yang membuat “terasa ringan dan enteng” kalo honda pada titik2 tertentu….bahkan scorpio aja ringan kok…..handling enak yamaha, tapi kalo stabil (lebih tepatnya terasa stabil) honda….

    (kalo AHM ane no comment)

      • adul
      • October 4th, 2010

      Baca lagi :
      Satu kelemahan yang adul rasakan saat berpapasan dengan super truck dan tronton V-ixion tidak mampu menahan turbulensi yang terjadi, hal yang tidak adul temukan di Megapro maupun Tiger.

      V-ixion megal – megol kena angin:mrgreen:

    • chekers
    • October 5th, 2010

    kyknya setangnya lbh enak kl pk punya scorpio. lbh tinggi

      • adul
      • October 5th, 2010

      Gambar paling bawah pake stang ninja M, plus raiser lumayan nyaman diajak manuver dijalan tanah basah.

  1. Bener banget, kelemahan Vixi kayak mau terbang kalo papasan kendaraan gede. Rasanya kayak naik bebek..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: