Mengapa Masih Banyak Pengangguran ?


Sudah dua pekan saya tidak menyajikan tulisan baru, mohon maaf atas kekurangan ini. Dua pekan terakhir hari demi hari disibukkan dengan evaluasi musim tebang dan giling 2010 dan persiapan musim tebang giling 2011. Hasil evaluasi menyimpulkan untuk menghadapi cuaca yang ekstrim basah seperti tahun lalu diperlukan lebih banyak tenaga tebang. Tahun kemarin di perusahaan ada kurang lebih 3800 orang yang bekerja sebagai buruh tenaga tebang sementara kebutuhannya mencapai 5500 orang sehingga terjadi kekurangan sebanyak 1800 orang lagi.

 

Labour campaign adalah salah satu cara untuk merekrut tenaga tebang. Labour campaign dilakukan di daerah sumber tenaga utama dan sumber tenaga potensial. Sejauh ini selain Lampung sendiri sumber tenaga utama juga berasal dari kabupaten – kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Wonosobo, Temanggung, Purworejo, Banyumas, Sragen, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Lumajang. Sumber tenaga potensial dipetakan berdasarkan kondisi sosial ekonomi, kebencanaan, dan angka pengangguran.

Fakta yang cukup mengejutkan ternyata propinsi di pulau jawa yang paling dekat dengan Lampung yakni Banten dan Jawa Barat menempati urutan pertama dan ketiga daerah dengan persentase pengangguran tertinggi. Untuk itulah hari – hari di pekan kedua ini diisi dengan kesibukan labour campaign di Serang, pandeglang (batal), Tasikmalaya, Garut, Cianjur, Subang, dan Cirebon.

Serang daerah yang unik. Industri terus bertumbuh namun tenaga kerja lokal tidak terserap maksimal. Sejauh informasi yang diperoleh lebih banyak tenaga kerja dari luar daerah yang bekerja di pabrik – pabrik di seputaran Serang. Dalam sebuah percakapan dengan warga Serang terungkap bahwa orang – orang asli Serang yang bekerja di pabrik – pabrik harus merelakan sejumlah uang untuk diberikan kepada “Jawara Penguasa Pabrik”. Karena hambatan ini lebih banyak angkatan kerja unskilled Serang bekerja sebagai buruh kasar baik di pasar, banguan, maupun di lahan persawahan. Satu kejadian yang saya alami hari ini semakin menguatkan dugaan sebelumnya. Sebuah pesan singkat datang dari seseorang yang secara tidak sengaja saya temui di salah satu kantor desa :

Assalamualaikum pak maaf tadi saya lupa saya siap bantu untuk cari tenaga kerja untuk kerja diperusahaan bapak seandainya dapat ada yang minat kerja kira – kira untuk beli bensin saya dari mana ?

Atas pertanyaan itu saya jawab :

Waalaikumsalam, InsyaAllah akan saya siapkan pak kalau berhasil dan betah di Lampung

Kemudian dibalas lagi :

Bagaimana kalau saya minta dari yang berminat kerja ?

Dalam hati saya meradang membaca pesan singkat itu, masih ada orang yang mengambil kesempatan ditengah kesempitan orang lain … sesuku … bahkan sekerabat !

… bersambung dilain kesempatan

  1. terlalu Gan, itulah awal Outsourcin merajaleka dinegeri ini

    • bjl
    • February 8th, 2011

    Kenyataan pahit di negri tercinta ini.

  2. dan memang banyak terjadi.

    • thinxxx
    • February 8th, 2011

    ane sendiri tinggal d banten…, di daerah sini masih ada sistem jawara n upeti….

    setiap perusahaan/pabrik yg baru berinvestasi pazti dimintain jatah lowongan buat penguasa setempat/jawara dan selanjutnya dibebankan k calon pekerja itu….

    truz setiap saat pazti hruz sediain upeti buat penguasa setempat/oknum aparat/ dll….

    makanya banyak industri d daerah serang banten…, investasinya d pindah k daerah laen / negara tetangga Vietnam contohny…., emang d sni upah buruh murah…, tapi jatah/upeti pengeluaran yang ga d duga sangat ngbebanin….

  3. ane cukup lama jadi mandor dan supervisor di daerah banten dan sekitarnya…..untuk masyarakat setempat yang dibanggakan ilmu tek-balnya…bukan otaknya…trus mereka lebih suka sebagai keamanan (meskipun tidak semua). meskipun tidak dipinta pun,jika keterima mereka ngasih jatah ke atasan (pasti saya tolak)….untuk urusan birokrasi mereka kebanyakan melintir (takut duluan)…jadi ketika dipanggil boss bukannya datang malah mangkir….perlu usaha keras untuk mengubah pola pikir seperti ini!!
    seperti atas ane…upeti didaerah ini berlapis….untuk mengawal barang saja harus pake brimob….marai tobat!!

  4. Itulah wajah negri kita INDONESIA. . . .apa2 minta/pake duit.

  5. artikelnya mantab nih

  6. bener banget om adul,
    punya pabrik di banten tuhh ribet
    warga setempat punya banyak alasan buat dapet upeti,
    segala tetek bengek di sebutin… klo ga di kasih pasti berulah… sedangkan warga setempat ny sendiri klo di terima kerja banyak tingkah ny… ga banget dha…

  7. soalnya kalo warga sekitar yg dipekerjakan, biasanya ‘tengil’..sok karena di daerah sendiri..padahal skillnya ampun2an..jauh sangat tidak berkualitas…
    makanya gak jarang perusahaan ngambil dari luar daerah…

    • @Nunoe… saya juga menjumpai hal seperti itu_

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: